Kehamilan Ektopik : Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobati

satutulisan.com – Pada umumnya, orang pasti berpikiran jika kehamilan itu pasti terjadi di rahim wanita. Namun di dunia ini, ada orang-orang yang mengalami kelainan saat dia hamil, salah satu kelainan tersebut disebut dengan kehamilan ektopik.

Nah apa sih yang dimaksud dengan kehamilan ektopik itu dan bagaimana cara menyembuhkannya? Mari kita bahas pada artikel berikut ini:

Kehamilan Ektopik

Apa Itu Kehamilan Ektopik?

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi diluar rahim, tergantung lokasi menempelnya sel telur. Gangguan ini tidak bisa disepelekan, jika tidak segera ditangani dampaknya menjadi berbahaya bagi ibu hamil. Jadi, proses kehamilan yang normal sebenarnya seperti ini:

Sel telur dibuahi oleh sel sperma terlebih dahulu. Kemudian sel telur yang sudah dibuahi, akan menetap di saluran indung telur atau yang disebut juga sebagai tuba falopi. Selanjutnya sel telur tersebut menempel di rahim dan terus berkembang sampai persalinan tiba.

Nah yang jadi masalah adalah, seseorang yang mengalami hamil ektopik, sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel di rahim. Biasanya kehamilan seperti ini justru terjadi di tuba falopi, serviks, atau rongga perut.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Kehamilan ini disebabkan oleh beberapa faktor dan yang paling sering terjadi adalah karena infeksi yang dapat merusak tuba falopi. Selain itu, ada faktor lain yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik bisa terjadi yaitu:

  • Kerusakan pada organ reproduksi.
  • Minum obat kesuburan.
  • Faktor hormon
  • Kelainan genetis
  • Atau sedang melakukan kontrasepsi.

Namun sampai saat ini, peneliti masih belum menemukan penyebab pasti kehamilan yang terjadi di luar rahim.

Gejala Kehamilan Ektopik

Sementara itu, untuk gejala-gejala ibu hamil yang mengalami kehamilan di luar rahim adalah sebagai berikut:

  • Nyeri di bagian perut, ini adalah gejala yang paling utama.
  • Nyeri di bagian pinggul
  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Badan lemas.
  • Dan orang-orang tertentu terkadang mengalami pingsan.

Namun untuk memastikan apakah bunda mengalami kehamilan ektopik ataukah tidak, maka perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ada dua pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu:

  • Pemeriksaan panggul : untuk mendiagnosis apakah ada gumpalan di tuba falopi ataukah tidak.
  • Pemeriksaan USG : dari USG, bisa diketahui bagaimana kondisi rahim dan tuba falopi yang bunda miliki.

Kedua pemeriksaan itu harus dilakukan oleh dokter kandungan yang profesional dan ahli dibidangnya.

Cara Mengobati Kehamilan Ektopik

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwasanya gangguan kehamilan seperti ini sangat membutuhkan penanganan cepat. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang dapat dipilih untuk menyembuhkannya:

Penggunaan Metotreksat

Metotreksat berguna untuk membantu penyerapan kantung kehamilan dan menyelamatkan saluran indung telur. Biasanya dokter melakukannya dengan pertimbangan usia dan progresivitas kehamilan. Selain itu, cara ini biasanya dilakukan oleh dokter jika sebelumnya ektopik sudah terdeteksi di awal-awal (masih belum terlambat).

Bedah laparaskopi

Metode pengobatan kedua yang dilakukan oleh dokter adalah bedah laparaskopi. Tujuannya adalah untuk menghentikan pendarahan yang terjadi di rongga perut atau rongga panggul. Caranya yaitu dengan membuat  sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat laparaskopi. Prosesnya cenderung cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.

Pengangkatan Jaringan Saluran Indung Telur

Apabila saluran indung telur sudah meregang atau robek dan mengalami perdarahan, baik sebagian atau seluruh jaringan harus segera diangkat untuk menghentikan perdarahan. Ini termasuk keadaan gawat darurat yang harus segera ditangani.

Jadi itulah pembahasan mengenai kehamilan ektopik dan cara mengobatinya. Semoga artikel ini bermanfaat ya bun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.