Apa Itu Gaya Hidup Materialistis Dan Dampaknya

satutulisan.com – Salah satu konsep gaya hidup yang dianggap negatif oleh sebagian orang adalah gaya hidup materialisme atau gaya hidup materialistis. Hal ini dikarenakan gaya hidup ini dianggap pemborosan karena mengutamakan materi semata.

Materialisme bisa terjadi pada siapa saja baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Dan ada kemungkinan bisa terbawa sampai seterusnya. Nah apa yang dimaksud dengan gaya hidup materialistis dan apa saja dampak-dampaknya? Mari simak penjelasan selengkapnya pada artikel berikut ini.

Gaya Hidup Materialistis

Apa Itu Gaya Hidup Materialistis

Materialistis artinya adalah sikap seseorang yang memandang kebahagian hanya dari materi semata. Biasanya, orang materialistis akan kecewa jika tiba-tiba saja ia kekurangan uang sebab bagi orang materialistis uang merupakan segalanya.

Sebutan lain untuk materialistis adalah materialisme yang juga bisa diartikan pandangan hidup yang semata mata hanya mencari, kesenangan, dan kekayaan merupakan satu-satunya tujuan.

Sebetulnya, materialistis itu tidak selalu berkonotasi negatif. Gaya hidup materialistis juga ada sisi positifnya. Misalnya saat membeli barang biasanya hanya membeli yang mahal sehingga kualitasnya sangat bagus.

Dampak Gaya Hidup Materialistis

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, materialistis sangat mengutamakan harta untuk memperoleh kesenangan. Dan jika itu ada pada diri seseorang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan menimbulkan beberapa dampak yakni sebagai berikut:

Kurangnya Rasa Bersyukur

Seseorang yang bergaya materialistis biasanya menjadi kurang puas dengan apa yang dimiliki. Selalu dan selalu ingin punya uang banyak sehingga tidak pernah lagi bersyukur. Sudah punya satu mobil, masih ingin mobil lainnya, padahal mobil tersebut masih bisa dipakai. Orang materialistis tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki.

Bahkan yang lebih parah adalah materialistis membuat seseorang menjadi lupa dan jauh dengan Tuhannya. Sebab, dia sudah tidak peduli dengan urusan akhirat dan hanya mementingkan urusan duniawi saja.

Pola Hidup Boros

Dampak berikutnya dari kehidupan yang materialistis adalah mengakibatkan pola hidup boros. Hal ini disebabkan karena orang materialistis itu sangat suka belanja barang-barang dengan harga selangit.

Keluar banyak uang sama artinya dengan pemborosan. Bahkan gaya hidup seperti ini bisa menghilangkan kesempatan seseorang untuk menabung karena uang yang mereka miliki sudah digunakan untuk hal-hal lainnya.

Menimbulkan Kecemburuan Sosial

Kehidupan materialistis sangat memungkinkan untuk menghadirkan kecemburuan sosial. Namanya juga manusia, sangat mungkin punya sikap iri hati karena tetangganya hidup lebih berkecukupan.

Dan orang yang sudah berkecukupan tersebut bukan tidak mungkin juga iri dengan orang lain yang lebih kaya dari dia. Jadi ada rasa kecemburuan antara satu orang dengan orang lainnya karena masalah harta.

Menghalalkan Segala Cara untuk Mendapatkan Uang

Bagi orang materialistis, uang adalah segalanya bahkan orang tersebut merasa tidak bisa hidup tanpa adanya uang. Sebetulnya tidak ada salahnya mencari uang, akan tetapi jika terlalu berlebihan dampaknya kurang bagus juga.

Seseorang yang mengutamakan uang di atas segalanya biasanya akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tak peduli itu dilarang oleh agama maupun hukum yang berlaku di negeri ini.

Contohnya adalah seorang pejabat yang korupsi. Padahal secara finansial, mereka tidak kekurangan namun karena gaya hidup yang seperti ini membuat mereka melakukan hal yang salah dalam mendapatkan uang bahkan merugikan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian penjelasan tentang gaya hidup materialistis dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.