Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan Untuk Ibu Hamil?

satutulisan.com – Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang kalkulator kehamilan yang sebenarnya berfungsi menghitung usia kehamilan secara cepat. Jika bunda ingin mengetahui bagaimana mengetahui usia kehamilan secara manual, silakan baca artikel ini sampai selesai.

Mengetahui usia kehamilan ibu hamil sangat berguna bagi calon ibu yang akan mempersiapkan kehamilan. Bunda bisa mengikuti perkembangan janin apakah ada masalah ataukah tidak, mengetahui kapan hari kelahiran, menjadwalkan pemeriksaan setiap trimesternya, serta memperkirakan berbagai faktor resiko kehamilan.

Biasanya hasil perhitungan usia kehamilan secara manual maupun dengan kalkulator hasilnya pasti sama. Jika pun berbeda pasti hanya beda satu atau dua hari saja.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan?

Umumnya ada dua metode perhitungan usia hamil yang biasa dilakukan oleh dokter kandungan yaitu berdasarkan HPHT dan pemeriksaan USG. Seperti ini cara perhitungannya.

Perhitungan Berdasarkan HPHT

Perlu untuk bunda ketahui, usia kehamilan itu dihitung sejak hari pertama haid terakhir atau HPHT dan mengasumsikan pembuahan terjadi pada hari ke-14 dalam siklus haid. Maka dari itu untuk menghitung usia kehamilan dengan metode HPHT, maka bunda harus mengetahui kapan hari pertama haid terakhir. Namun cara ini lebih direkomendasikan bagi bunda yang siklus haidnya normal 28 hari.

Cara perhitungan kehamilan dengan metode ini disebut dengan rumus Naegele. Caranya setelah bunda menentukan tanggal hari pertama haid terakhir tambahkan 40 minggu dari tanggal tersebut untuk menentukan perkiraan hari persalinan.

Mengapa harus ditambahkan 40 minggu? Sebab asumsinya adalah kehamilan berjalan selama 40 minggu atau 9 bulan. Memang ada yang kurang dari 40 minggu (37-39 minggu) dan ada yang lebih dari 40 minggu bahkan ada yang mencapai hampir 10 bulan. Tapi itu jarang sekali, karena pada umumnya masa kehamilan itu berjalan selama 40 minggu. Atau bunda bisa menggunakan simulasi perhitungan HPHT + 1 tahun + 7 hari – 3 bulan.

Misalnya, HPHT bunda adalah 22 Juli 2018, maka : 22 juli 2028 + 1 tahun = 22 Juli 2018 + 1 tahun = 22 Juli 2019 + 7 hari = 29 Juli 2019 – 3 bulan = 29 April 2019. Jadi diperkirakan bayi akan lahir pada tanggal 29 April 2019.

Metode perhitungan HPHT tentu saja tidak bisa dilakukan jika bunda tidak ingat kapan hari pertama menstruasi terakhir dan juga kurang cocok bagi ibu hamil yang siklus haidnya tidak beraturan sebelumnya.

Perhitungan Berdasarkan USG

Perhitungan selanjutnya adalah berdasarkan USG atau ultrasonografi. Bila bunda tidak ingat kapan haid terakhir atau siklus menstruasinya tidak teratur, silakan pergi ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan USG. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG transvaginal untuk mengetahui usia kehamilan dengan lebih akurat.

Berbeda dengan metode sebelumnya, perhitungan usia kehamilan dengan USG ini sebenarnya lebih cocok dan lebih akurat jika dilakukan di masa awal kehamilan. Hal ini disebabkan karena dalam beberapa minggu pertama, janin berkembang dengan kecepatan yang cenderung sama.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, tingkat pertumbuhan janin bisa berbeda-beda antara bumil satu dengan bumil yang lainnya. Jadi hasilnya bisa saja kurang akurat jika dilakukan pada Minggu kedua, minggu ketiga, minggu keempat, dan seterusnya.

Pemeriksaan USG yang dilakukan pada trimester akhir kehamilan bukan bertujuan untuk menentukan usia kehamilan, melainkan lebih bertujuan untuk mengetahui apakah janin tumbuh dengan baik ataukah tidak. Jadi alangkah baiknya sebagai ibu hamil, bunda juga harus melakukan pemeriksaan USG untuk memantau perkembangan janin.

Itulah dia beberapa cara menghitung usia kehamilan secara manual tanpa menggunakan kalkulator. Semoga artikel ini bermanfaat terutama bagi bumil yang ingin mengetahui usia kandungan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.