Pentingnya Asuransi Pendidikan Anak dan Fungsinya

satutulisan.com – Sebagai orang tua, mempersiapkan masa depan buah hati dengan mendaftar asuransi pendidikan anak merupakan bukti keseriusan Anda dalam memikirkan pendidikannya, Karena faktanya, masih banyak orang tua yang belum memikirkan pendidikan anak dengan serius.

Pendidikan sendiri merupakan bekal paling penting dalam kehidupan semua orang. Baik pendidikan formal maupun non-formal, semuanya bisa mempengaruhi pekerjaannya di masa depan. Oleh karena itu, mari kita mulai pikirkan masa depan buah hati mulai dari mempersiapkan biaya pendidikannya sesegera mungkin.

Asuransi Pendidikan Anak

Apa Fungsi Asuransi Pendidikan Anak?

Asuransi pendidikan adalah dana yang disiapkan untuk biaya pendidikan anak ketika sudah dewasa. Secara garis besar, asuransi pendidikan anak sangat mirip dengan tabungan, tapi hanya bisa dicairkan untuk kebutuhan pendidikan seperti SPP saja. Umumnya asuransi pendidikan terbagi jadi 2 jenis, yaitu:

  • Asuransi pendidikan biasa
  • Asuransi pendidikan merangkap asuransi jiwa

Asuransi pendidikan yang merangkap dengan asuransi jiwa hanya bisa dicairkan bila pemegang polis sudah meninggal. Sehingga buah hati mereka bisa tetap bersekolah sampai lulus kuliah meskipun orang tua yang mencari nafkah sudah tidak ada.

Sedangkan untuk asuransi pendidikan biasa, dana bisa dicairkan kapan pun waktu perlu membayar kebutuhan sekolah. Namun, besar nominal yang bisa dicairkan biasanya tergantung premi yang sudah disetorkan.

Sampai Kapan Asuransi Pendidikan Mengcover Biaya Pendidikan?

Lamanya cover yang bisa dicairkan pastinya tergantung dengan polis asuransi yang Anda pilih. Kebanyakan asuransi memberikan biaya pertanggungan sampai 250 juta Rupiah. Untuk siswa yang belajar di sekolah negeri, biaya tersebut sudah cukup untuk mengcover biaya dari SD sampai lulus SMA. Bahkan bisa cukup sampai lulus kuliah bila masuk ke universitas negeri juga.

Sedangkan untuk sekolah swasta, nominal tersebut cukup untuk mengcover biaya pendidikan sampai lulus SMP atau SMA, tergantung dimana sekolah dan berapa biaya SPP per tahunnya. Cukup atau tidaknya asuransi pendidikan dalam mengcover biaya pendidikan buah hati sampai lulus, yang pasti memiliki asuransi pendidikan anak akan sangat meringankan pengeluaran Anda di masa-masa ketika anak mulai kuliah.

Kapan Harus Mulai Persiapkan Asuransi Pendidikan?

Asuransi pendidikan sebaiknya disiapkan sesegera mungkin. Dengan begitu Anda bisa langsung merasakan hasilnya ketika anak mulai masuk SD atau SMP. Tidak sedikit orang tua yang mempersiapkan dana asuransi pendidikan sejak anak baru lahir. Dengan begitu mereka bisa mulai menabung dan tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pendidikan buah hati di masa depan, bahkan jika mereka ingin pensiun dini atau berhenti bekerja karena alasan apapun.

Jika Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan khusus untuk biaya kuliah, maka setidaknya mulai asuransi dari 5 tahun sebelumnya, alias waktu anak masuk SMP. Umumnya, polis asuransi pendidikan memiliki masa pembayaran premi sekitar 5 tahun. Sehingga waktu anak lulus SMA, premi yang sudah disetor bisa langsung dicairkan sebagai biaya SPP kuliah anak tiap semester.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ada pula asuransi pendidikan yang merangkap sebagai asuransi jiwa alias endowment. Untuk asuransi jenis ini, Anda bebas mulai kapan saja baik sejak anak lahir maupun sejak mulai bersekolah. Beberapa asuransi endowment pun bisa dicairkan waktu pemegang polis masih hidup.

Seperti itulah pembahasan mengenai asuransi pendidikan anak dan kapan harus memulainya. Secara tidak langsung, keseriusan Anda dalam mengatur biaya pendidikan buah hati akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan masyarakat Indonesia di masa depan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.